5 Kisah Seram Dibalik Dongeng Populer Dunia

5 Kisah Seram Dibalik Dongeng Populer Dunia

Anda pasti telah tak jarang mendengar mengenai kisah nasib Cinderella yang tadinya dikenal dengan Upik Abu yang penuh derita, kemudian berubah menjadi Putri Kerajaan yang cantik jelita. Kamu pun telah tak jarang mendengar mengenai kisah Hansel serta Gretel yang ditinggal oleh orang tuanya di dalam hutan.

Cerita-cerita menjelang tidur itu terbukti sangat menghibur serta mengangkat kenangan masa kecil yang begitu indah. Tetapi tahukah Kamu bahwa dongeng-dongeng tersebut pada awalnya bukan begitu ceritanya. Dalam suatu  buku berjudul The Most Creepy Fairy Tales, dongeng-dongeng itu nyatanya awalnya dibangun dengan cerita yang sangat mengerikan serta menakutkan. Beruntunglah kami tak sempat mendengar kisah sebetulnya dari dongeng-dongeng itu, sebab telah dimodifikasi sedemikian rupa (terima kasih untuk HC Anderson, Brother Grimms, serta Walt Disney yang telah merubah kisah horor itu menjadi dongeng anak-anak yang menyentuh hati). Apabila tidak, mungkin masa kecil kami tak seindah yang kami ingat. Berikut ini merupakan kisah sebetulnya dari dongeng-dongeng terkenal tersebut :

1. SNOW WHITE & SEVEN DWARFS

Ucapan terima kasih butuh kami alamatkan pada Walt Disney yang sudah merubah kisah Putri Salju dan 7 Kurcaci ini menjadi suatu  cerita yang legendaris semacam yang kami ketahui saat ini. Dalam versi orisinil epik ini, dikisahkan bahwa Ratu meminta bawahannya untuk menghabisi Putri Salju. Dan sebagai bukti kalau Putri Salju sudah terbunuh, sang bawahan wajib mengangkat jantung Putri Salju. Saat melepaskan Putri Salju, Bawahan Ratu membunuh rusa dan mengangkat jantung rusa itu ke hadapan Ratu, dan mengakui jantung itu milik Putri Salju. Sang Ratu lalu memakan jantung Putri Salju dan berharap kecantikan Putri Salju berpindah padanya.

Di akhir cerita, dikisahkan bahwa Putri Salju yang tewas seusai makan apel beracun, nasib lagi berkah ciuman seorang Pangeran. Seusai Putri Salju diboyong ke istana, sang Ratu dihukum. Tetapi tak sama dengan versi yang kamu ketahui, hukuman untuk Sang Ratu benar-benar kejam. Kakinya dipasung dengan sepatu logam dan si Ratu dipaksa menari hingga mati di hadapan Putri Salju.

2. CINDERELLA :

Kisah lain yang lumayan terkenal di masa kanak-kanak kami merupakan Cinderella atau Si Upik Abu. Dalam versi aslinya, saat Pangeran mencari pemilik sepatu kaca, Bunda Tiri Upik Abu berusaha sangat keras supaya anak-anaknya terpilih sebagai pemilik sepatu. Putri yang kakinya kebesaran, jari-jarinya dipotong supaya muat. Sementara Putri yang kakinya kekecilan, kakinya digilas dengan roda gerobak kuda yang sangat berat (dari sinilah sebetulnya timbul istilah “Pain for Beauty”(Biar Sakit Asal Cantik)). Pada akhirnya, tutorial itu tak sukses sebab Sepatu Kaca itu tetaplah tak muat untuk kedua kakak-beradik itu.

Ketika Sang Pangeran menemukan bahwa pemilik sepatunya merupakan Cinderella, maka murkalah dia, serta segera memerintahkan burung elang peliharaannya untuk mematuk serta memakan mata Bunda Tiri Cinderella, kemudian mengusir Bunda Tiri serta adik-adik tirinya dari kota. Sang Bunda Tiri serta adik tiri Cinderella pada akhirnya menjadi pengemis yang tinggal di luar kota.

3. HANSEL & GRETEL

Kisah rekaan Brother Grimms ini awalnya dibangun untuk orang dewasa. Tetapi sebab tak terkenal, akhirnya diubah versinya serta disesuaikan untuk anak-anak. Dalam versi dewasanya, Hansel serta Gretel diceritakan tak jarang disiksa oleh orang tuanya yang psycho. Sang ayah tak jarang menyambuk mereka serta sang bunda suka melukai kedua anak itu dengan menyayat kulit mereka serta tertawa-tawa saat menonton darah mengalir keluar dari kulit yang tersayat itu.

Saat kedua anak itu kabur dari rumah, keduanya berjumpa rumah yang terbuat dari permen/coklat, yang tak lain merupakan milik Tukang Sihir. Yang mengejutkan, Sang Tukang Sihir merupakan Kanibal yang pada akhirnya membunuh serta memakan mereka.
Hansel & Gretel merupakan kisah pertama yang membawa tema kanibalisme.

4. LITTLE RED RIDING HOOD

Kisah klasik ini sebetulnya diangkat dari kisah nyata mengenai agresi seekor srigala pada seorang anak perempuan berkerudung merah. Kejadian ini terjadi pada abad 18 di daerah Eropa. Waktu itu dikisahkan seorang anak disuruh orang tuanya mengunjungi nenek mereka yang sakit serta tinggal di hutan. Awalnya, anak itu disuruh berangkat subuh-subuh. Tetapi entah mengapa, sang anak memutuskan berangkat tengah malam. Dampaknya, dirinya dikejar oleh srigala. Terbukti si anak lolos dari kejaran srigala serta sukses tiba di rumah neneknya dengan selamat. Tetapi yang tak diduga olehnya, nyatanya ada seekor srigala yang sudah memakan sang nenek serta bersembunyi di dalam rumah. Serta ketika si anak itu tiba di rumah, sang serigala segera menghabisi anak malang itu.

Kisah orisinil Little Red Riding Hood nyaris difilmkan dengan cara utuh dalam film Hoodwinkled. Tetapi berhubung film itu dikhususkan untuk anak-anak, akhirnya versinya diubah dengan mengikuti alur sesuai dengan cerita yang kami ketahui saat ini. Apabila tidak…. mungkin Kamu bakal termuntah-muntah saat melihatnya.

5. THE LITTLE MERMAID :

“Under the sea…. under the sea…” Yeah… Kamu pasti ingat lagu yang dinyanyikan oleh Sebastian – si udang berisik dari dasar laut. Dengan aksen Jamaikanya dirinya menghibur kami dengan lagu yang membahagiakan itu. Kisah si Putri Duyung ini pun begitu menyentuh dan disuka oleh tak sedikit orang sampai kali ini. Tetapi tahukah Kamu bahwa kisah si Putri Duyung itu tidaklah seindah yang Kamu tahu?

Dalam versi aslinya, Ariel si Putri Duyung – selagi menjadi manusia – dilengkapi dengan pisau yang terselip rapi di balik rambutnya yang panjang dan tebal. Tujuannya sederhana : Apabila ada orang yang mencurigai keberadaannya sebagai Putri Duyung, maka Ariel wajib membunuh orang itu. Dirinya wajib meperbuat faktor ini untuk melindungi jati dirinya, dan keselamatan kerajaan Neptunus dan spesies Mermaid di laut supaya tak menjadi buruan manusia.

Dalam perkembangan kisahnya, kisah cinta Ariel beres tragis. Cintanya bertepuk sebelah tangan, dan sang pangeran meninggalkannya untuk menikah dengan gadis lain. Faktor ini membikin Ariel patah hati dan akhirnya memilih membunuh dirinya sendiri dengan pisau yang dibawanya.

Dari sinilah timbul istilah “Mermaid Tears” (Air mata Putri Duyung).
Hewan Sirenia – alias dikenal juga dengan sebutan Sapi Laut / Sea Cows – disebut pula dengan nama Putri Duyung sebab mempunyai morfologi tubuh yang mirip dengan fotoan Putri Duyung. Fauna laut ini tak jarang terkesan mengeluarkan air mata. Serta saat ini Kamu paham kan mengapa dirinya menangis?